Paradoks Puasa
Gue pernah liat seseorang, puasanya bisa dibilang kuat—kalau lagi sehat, bahkan jika diajak futsal dia menyanggupinya (sebagai penonton). Tapi pas waktu adzan tiba, dia malah bermalas-malasan, lalai, bahkan kadang sampai meninggalkan shalatnya. Astaghfirullah.
Gue nggak sebut namanya bukan karena nggak enak sama siapa-siapa sih. Tapi karena gue liat orang tersebut di cermin.
Esensi dari tujuan akhir berpuasa adalah membentuk ketakwaan dan menumbuhkan sikap muraqabah, yaitu perasaan sedang diawasi oleh Tuhan. Maka akan jadi sebuah paradoks, jika seseorang menyiksa dirinya dengan menjauhi makanan dan minuman di siang hari demi mematuhi perintah Allah, namun pada saat yang sama secara terang-terangan memberontak perintah-Nya yang jauh lebih utama, yaitu shalat.
Dah. Semoga ketemu di tulisan lainnya. Semoga...
Yang Komen (0)
Login dengan Google untuk ikut ngomenin tulisan ini.
Belum ada yang ngomen. Silakan komen kalau mau. Santuy.